Iran pada hari Senin mengancam untuk memulai kembali sentrifugal yang dinonaktifkan dan meningkatkan pengayaan uranium menjadi 20% dalam suatu langkah yang selanjutnya mengancam perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Washington tahun lalu.
Washington telah memberlakukan sanksi yang menghilangkan manfaat yang seharusnya diterima Iran sebagai imbalan atas persetujuan untuk mengekang program nuklirnya berdasarkan kesepakatan 2015 dengan kekuatan dunia.
Konfrontasi telah membawa Amerika Serikat dan Iran mendekati konflik. Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan udara pada menit terakhir sebagai pembalasan atas Iran yang menembakkan drone AS ke Teluk, yang mengikuti serangan terhadap dua kapal tanker produk minyak di Teluk Oman terdekat oleh penyerang tak dikenal. Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan pertumbuhan produksi serpih AS kemungkinan akan melampaui permintaan global setidaknya sampai 2020, membatasi kenaikan harga minyak meskipun pembatasan produksi dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak.
Data industri dan pemerintah untuk dirilis pada hari Selasa dan Rabu diharapkan untuk menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun untuk minggu keempat berturut-turut, turun 3,6 juta barel, menurut jajak pendapat Reuters pendahuluan.
news edited by Equityworld Futures Pusat
Equityworld Futures Pusat : Harga Minyak Turun Atas Kekhawatiran Prospek Permintaan Dan Perlambatan Ekonomi • PT EQUITYWORLD FUTURES PUSAT


0 comments:
Post a Comment